![]() |
| Imagesource : techradar |
Standar baru USB Type-C sudah
mulai di adopsi perangkat mobile terkini seperti Nexus 6P, Nexus 5X , Chromebook Pixel, OnePlus
2 dan Galaxy S7. Kedepan akan semakin banyak perangkat yang mengadopsi standar USB ini karena keunggulannya mampu mentransfer data hingga 10 Gbps sedangkan kemampuan transfer daya USB Type C mampu mentransfer tegangan 20 volt dan arus mencapai 5 ampere jika di dukung dengan USB Versi 3.1.
Sebelum membahas lebih jauh
mengenai USB Type-C, ada baiknya kita tahu standar USB yang sudah dipakai saat ini.
USB
Type-A
USB Type-A juga dikenal dengan nama USB Standard A, berbentuk datar persegi
panjang. Biasa kita temukan pada computer, laptop, Game console dan perangkat
multimedia home theater. Saat ini koneksi USB Type-A sudah ditingkatkan beberapa versi, USB 1.1, USB2.0 dan USB 3.0 dengan perbedaan kecepatan data dan daya yang bisa
di transfer. Misalnya hardisk dengan konektor USB
versi 2.0 akan tetap compatible dengan perangkat computer dengan USB 3.0.
Meskipun Port USB 3.0 memiliki lebih banyak pin tembaga pada konektornya.
USB Type-B
Konektor USB Type-B Male
digunakan untuk menghubungkan ke Port
USB Type-B Female pada pheriperal seperti printer, scanner atau HDD external
dengan ujung USB Type A untuk di hubungkan ke komputer.
USB Standard-B
USB Standard-B di desain pertama kali untuk USB 1.1 dan juga digunakan
untuk USB 2.0. Kebanyakan digunakan untuk menghubungkan perangkat peripheral
besar seperti printer dan scanner ke Komputer. Sampai saat ini sudah ada 5 jenis port USB Type B dengan bentuk port yang berbeda menyesuaikan dengan jenis perangkat yang di koenksikan.
Mini-USB port Type-B banyak dipakai pada perangkat portabel era tahun 2000an seperti kamera digital,
smartphone, dan median penyimpanan portable, tipe USB ini mulai ditinggalkan.
Micro-B USB
Micro-B USB memiliki ukuran Sedikit lebih kecil dari Mini-USB,
Micro-USB ini adalah yang paling populer untuk smartphone terbaru dan tablet
yang beredar saat ini.
Micro-B USB 3.0
Micro-B USB 3.0 sebagian besar digunakan untuk USB 3.0 portable drive.
Kebanyakan warna USB 3.1 berwarna Biru.
Standar-B USB 3.0 Desain ini sangat mirip dengan standar-B namun perbedaanya
didesain untuk compatible dengan kecepatan USB 3.0. Kebanyakan, ujung kabel berwarna
biru.
Ada lagi tipe USB 3.0 konektor dan Powered-B konektor yang kurang
popular karena jarang digunakan. USB
ini memiliki dua pin tambahan untuk memberikan daya tambahan untuk perangkat
periperal. Juga ada port Micro Tipe-AB yang memungkinkan koneksi antar perangkat bisa di balik antara host dan periperal, tetapi USB ini sangat jarang
digunakan.
Kecepatan koneksi USB sangat dipengaruhi oleh versi USB yang dia
pakai, Type USB hanya membedakan bentuk port USB. Saat ini USB yang paling cepat adalah USB 3.1 yang bisa melewatkan data dengan kecepatan 10Gbps.
- USB 1.1: Dirilis pada bulan Agustus 1998 versi pertama USB untuk diproduksi secara masal (versi 1.0 tidak masuk dalam produksi masal). USB1.1 memiliki kecepatan puncak 12Mbps meskipun dalam prakteknya hanya mencapai 1.2MBps.
- USB 2.0: Dirilis pada bulan April 2000, memiliki kecepatan maksimum 480 Mbps dalam mode Hi-Speed, atau 12Mbps dalam mode Full Speed. USB 2.0 memiliki kekuatan out put power maximal dari 2.5V, 1.8A dan kompatibel dengan USB 1.1.
- USB 3.0: Dirilis pada November 2008, memiliki kecepatan tertinggi 5Gbps dalam mode SuperSpeed. Sebuah port USB 3.0 biasanya berwarna biru. USB 3.0 kompatibel dengan USB 2.
- USB 3.1: Dirilis pada 26 Juli 2013, kecepatan USB 3.0 adalah 10Gbps (sekarang disebut SuperSpeed atau SuperSpeed USB 10 Gbps), menjadikannya sebagai standar Thunderbolt. USB 3.1 kompatibel dengan USB 3.0 dan USB 2.0. USB 3.1 memiliki tiga jalur daya dan memungkinkan perangkat besar untuk menarik daya dari komputer sampai 2A pada tegangan 5V (untuk konsumsi daya hingga 10W), dan 5A di jalur kedua 12V (60W) sampai 20V (100W) di jalur ke tiga. Teknologi USB 3.1 diharapkan akan mulai segera menjadi standar USB perangkat keluaran terbaru di tahun ini.
USB Type-C dikembangkan untuk menggantikan semua Type USB sebelumnya. Desain yang ramping sehingga mendukung untuk gadget yang semakin tipis, tidak
perlu pengembangan lagi menjadi versi mini atau versi mikro. Konektor USB
Type-C memiliki ukuran yang sama dengan USB Micro-B. Port USB Type-C hanya
berukuran 8.4mm x 2.6mm, ini berarti sangat kecil dan sangat memadai untuk
perangkat mobile.
Kedua ujung memiliki fungsi yang
sama dengan output dan input perangkat. Saat menghubungkan konektor USB tipe-C, tidak akan terjadi lagi port
terbalik. Konektor ini lebih user friendly misalnya ketika menghubungkan kabel USB ke
lubang yang sulit dijangkau, tanpa harus mengintip posisi port pun anda tetap
bisa melakukannya tanpa kekawatiran akan terbalik . USB tipe C akan lebih
cerdas, karena didukung oleh rangkaian untuk menginformasikan jalur data atau
dimana energi listrik yang harus ditempuh, seperti konektor Thunderbolt / Apple Lightning. USB Type-C
akan menggunakan standar versi terbaru 3.1, tapi masih mendukung dengan
generasi sebelumnya dengan USB port melalui adaptor khusus.
![]() |
| Imagesource : Cnet |
USB Type-C memungkinkan vendor penyimpanan
misalnya hardisk external untuk membuat jalur arus listrik (tidak memerlukan
adaptor) dengan kapasitas hard drive eksternal yang lebih besar karena dapat
memberikan daya yang cukup untuk menjalankan satu atau bahkan beberapa desktop
hard drive. USB Type-C juga memungkinkan untuk melewatkan arus dua arah,
sehingga selain pengisian perangkat periferal juga dapat digunakan untuk mengisi
perangkat host, misalnya kita dapat mengisi baterai notebook cukup dihubungkan
via USb tanpa butuh port tambahan yang dikususkan untuk pengisian daya seperti
laptop saat ini. Singkatnya, kita dapat melakukan apa saja dengan power adapter
dan kabel USB. Dengan USB Tipe-C akan mengurangi jumlah kabel yang dibutuhkan perangkat.
USB Type-C dengan koneksi USB 3.1 tidak
kompatibel dengan USB 3.0 dan USB 2.0.
Port USB Type-C tidak mendukung port USB type-A. Namun, jika tetap
ingin menghubungkan dapat dilakukan dengan converter Tipe A ke Tipe-C dengan
adapter host dan perangkat dengan USB tipe-C yang membuatnya bisa terkoneksi. Forum Implementasi USB adalah kelompok yang bertanggung jawab untuk
pengembang USB mengatakan, bahwa USB Type-C dirancang untuk masa depan, karena
versi USB ini jauh lebih cepat.
USB Type-C mungkin memakan waktu
lebih lama untuk menjadi sepopuler seperti USB Type-A. Tetapi impelentasi USB
Type-C akan segera terealisasi mengingat banyak keuntungan yang diperoleh. Akan semakin banyak gadget yang mengadopsi USB ini Karena untuk perangkat tipis, USB Type-C
sangat bisa diandalkan untuk di terapkan.



0 Response to " Keunggulan USB Tipe C, Lebih Cepat Dan Mudah "
Posting Komentar